Sunday, 12 June 2016

PASOLA SUMBA

Hi guys . . . .

Kalau kalian pernah ke pulau Sumba, pasti kalian sering dengar dengan kubur batu,
disamping itu pulau sumba juga identik acara adat yaitu PASOLA. Apa itu PASOLA?


Peserta Pasola
Saat penonton Pulang
Apa Arti PASOLA
Pasola berasal dari kata "sola" atau "hola", yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa' (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan.
Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba).
Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat.
Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura.
Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pasola







Ada sejarah nya loh guys tentang pasola ini . . . . yuk kita simak

 SEJARAH PASOLA

saat di medan pertempuran
Menurut cerita rakyat Sumba, pasola berawal dari seorang janda cantik bernama Rabu Kaba di Kampung Waiwuang.Rabu Kaba mempunyai seorang suami yang bernama Umbu Amahu, salah satu pemimpin di kampung Waiwuang.Selain Umbu Amahu, ada dua orang pemimpin lainnya yang bernama Ngongo Tau Masusu dan Bayang Amahu. Suatu saat, ketiga pemimpin ini memberitahu warga Waiwuang bahwa mereka akan melaut. Tapi, mereka pergi ke selatan pantai Sumba Barat untuk mengambil padi. Warga menanti tiga orang pemimpin tersebut dalam waktu yang lama, namun mereka belum pulang juga ke kampungnya. Warga menyangka ketiga pemimpin mereka telah meninggal dunia, sehingga warga pun mengadakan perkabungan. Dalam kedukaan itu, janda cantik dari almarhum Umbu Dula, Rabu Kaba terjerat asmara dengan Teda Gaiparona yang berasal dari Kampung Kodi. Namun keluarga dari Rabu Kaba dan Teda Gaiparona tidak menyetujui perkawinan mereka, sehingga mereka mengadakan kawin lari. Teda Gaiparona membawa janda tersebut ke kampung halamannya. Beberapa waktu berselang, ketiga pemimpin warga Waiwuang (Ngongo Tau Masusu, Bayang Amahu dan Umbu Amahu) yang sebelumnya telah dianggap meninggal, muncul kembali di kampung halamannya. Umbu Amahu mencari isterinya yang telah dibawa oleh Teda Gaiparono. Walaupun berhasil ditemukan warga Waiwuang, Rabu Kaba yang telah memendam asmara dengan Teda Gaiparona tidak ingin kembali. Kemudian Rabu Kaba meminta pertanggungjawaban Teda Gaiparona untuk mengganti belis yang diterima dari keluarga Umbu Dulla.Belis merupakan banyaknya nilai penghargaan pihak pengambil isteri kepada calon isterinya, seperti pemberian kuda, sapi,kerbau, dan barang-barang berharga lainnya. Teda Gaiparona lalu menyanggupinya dan membayar belis pengganti. Setelah seluruh belis dilunasi diadakanlah upacara perkawinan pasangan Rabu Kaba dengan Teda Gaiparona. Pada akhir pesta pernikahan, keluarga Umbu Dulla berpesan kepada warga Waiwuang agar mengadakan pesta nyale dalam wujud pasola untuk melupakan kesedihan mereka karena kehilangan janda cantik, Rabu Kaba
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pasola

Perlu sedikit perhatian, bagi para penonton yang akan melihat PASOLA di daerah KODI. Karena pada saat saya kesana, ternyata motor yang saya pakai mengalami pecah BAN berkali kali, dan aneh nya di sana banyak sekali tambal ban.  Kira kira ada apa ya??

Tambal BAN dadakan dan banyak Motor yang kena Korban



Saturday, 11 June 2016

Keindahan Alam Sumba


Sumba adalah pulau di dareah Indonesia Timur tepatnya di wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur.

Daerah yang memiliki luas wilayah kurang lebih 10.710 km², dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m). Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara. Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sendiri terdiri dari empat kabupaten: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Kota terbesarnya adalah Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Kota tersebut juga terdapat bandar udara dan pelabuhan laut yang menghubungkan Pulau Sumba dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia seperti Pulau Sumbawa, Pulau Flores, dan Pulau Timor.

Sebelum dikunjungi bangsa Eropa pada 1522, Sumba tidak pernah dikuasai oleh bangsa manapun. Sejak 1866, pulau ini dikuasai oleh Hindia-Belanda dan selanjutnya menjadi bagian dari Indonesia.

Masyarakat Sumba secara rasial merupakan campuran dari ras Mongoloid dan Melanesoid. Sebagian besar penduduknya menganut kepercayaan animisme Marapu dan agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Kaum muslim dalam jumlah kecil dapat ditemukan di sepanjang kawasan pesisir.
Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Sumba

Tahukah bahwa pulau sumba memiliki banyak tempat indah yang tersembunyi :

berikut ini adalah tempat yang indah yang pernah saya kunjungi di pulau Sumba


1. Pantai KITA





Pantai yang terletak di Kab. Sumba Barat Daya Kec. Loura merupakan pantai yang memiliki pasir yang putih dan pantai yang begitu indah. Jika Anda ke


2. Pantai Mandorak









Pantai yang tersembunyi, dan terletak di Kab. Sumba Barat Daya tepatnya di Kec. Kodi, merupakan pantai yang tersembunyi . . . karena Akses yang dilalui belum begitu tersentuh oleh banyak pihak.


3. Patai Lailiang








Pantai Lailiang merupakan pantai di wilayah Kab. Sumba Barat. Pantai ini juga menarik dan akses jalan menuju pantai ini sangat mengesankan. Anda akan melihat beberapa pemandangan yang luar biasa. Anda bisa melihat sekawanan kerbau atau kuda jika melewati jalan menuju pantai ini. Jangan lupa kalau pergi ke Pantai-pantai di Sumba atau tempat wisata di Sumba bawalah bekal atau bisa membakar ikan di pinggir pantai. . . Cobalah !!


3. Pantai KATEWEL



















Muara di KATEWEL

Pantai ini masih terletak di Kab. Sumba Barat Daya, tepatnya di desa Katewel Letekonda. Kec LOURA. Jika Anda ke pantai ini Ada bisa juga mancing di Muara sungai yang ada di dekat pantai ini. Tapi harus berhati-hati karena muara di dekat pantai ini terdapat banyak BUAYA. Unik nya di Pantai Katewel, Anda bisa mencari LOBSTER atau Udang atau kepiting atau bahkan kerang dan Ikan disaat Meeting dengan peralatan seadanya. Meeting adalah Surutnya air laut yang terjadi di setiap pekan di daerah pantai.


4. Air Terjun LAPOPU












Anda masih akan di suguhkan keindahan Alam yang sangat WOW. ketika Anda mengunjungi salah satu tempat di Kab Sumba Barat, yaitu air terjun LAPOPU. Jika anda pergi ke Pantai yang ada di Sumba, maka Anda tidak dikenakan retribusi untuk menuju ke pantai tersebut, nah tapi jika Anda pergi ke Pantai Lapopu maka Anda akan dikenakan retribusi untuk masuk ke kawasan cagar Alam ini.




5. LOKOWINE







Pulau Sumba memiliki banyak tempat wisata alam yang asik untuk di kunjungi, salah satunya adalah LOKOWINE, Lokowine merupakan tempat pembagkit listrik tenaga Turbin, yang berada di kab Sumba Barat Daya tepatnya di kec Wewewa.